BERSIKAP DEWASA DALAM BERPOLITIK (bahagian 3 – habis)


Oleh Saif Al-Kalam, FPIP (Forum Peneliti Ilmu Peradaban)

carousel-fiqhKaidah Ahwan Asy-Syarrayn

Memilih keburukan yang lebih ringan diantara dua keburukan. Kaidah ini adalah salah satu yang paling populer di kalangan aktivis pergerakan. Kaidah ini seolah menjadi sebuah kartu as untuk membalikkan keadaan dan melegitimasi suatu tindakan yang dinilai berlawanan dengan syariat menjadi boleh-boleh saja bahkan mungkin cenderung menjadi wajib. Continue reading

Advertisements

BERSIKAP DEWASA DALAM BERPOLITIK (bahagian 2)


Oleh Saif Al-Kalam, FPIP (Forum Peneliti Ilmu Peradaban)

Argumentasi Logika

C5EB1

“Jika tidak memilih maka orang yang anti islam, non muslim dan sekuler yang akan naik jadi pemimpin”

Ini adalah argumen yang sekilas nampak benar, namun kalau kita mau berfikir sedikit lebih dalam ternyata argumen ini justru menyesatkan (dari sudut pandang logika dan dari sudut pandang kaidah syariah). Belum lagi kalau kita melihat kenyataan di lapangan ternyata pihak-pihak yang berkepentingan menghembuskan isu “Jangan GOLPUT karena akan memberikan peluang untuk orang-orang yang anti islam dan sekuler untuk berkuasa”, Continue reading

BERSIKAP DEWASA DALAM BERPOLITIK (bahagian 1)


Oleh Saif Al-Kalam, FPIP (Forum Peneliti Ilmu Peradaban)politik-center-ilmu.blospot.com_

Tulisan ini tersusun dari amatan saya terhadap diskusi politik para pengamat dan ahli di berbagai media baik nyata dan maya, yang situasinya berkembang dengan begitu hangat dan meletup-letup. Dan saya mencoba menyusun sebuah pandangan yang sangat tidak mainstream dari paradigma yang sedang berkembang saat ini dan begitu digemari oleh para penikmat informasi, sebagai komparasi dan referensi bagi perkembangan khazanah pemikiran intelektual kita. Tujuannya agar kita tidak terhanyut dalam opini sesaat (sesa-at) yang membanjiri media massa dan cenderung dipaksakan. Tulisan ini tidak bertujuan mengarahkan atau memaksa pembaca untuk setuju terhadap isi didalamnya. Semua kembali kepada para pembaca, apakah sepakat atau tidak sepakat. Seorang pembaca yang bijak dan cerdas pasti dapat menilai sendiri pendapat mana yang mendekati kebenaran diantara dua logika yang saling berseberangan. Ia tentu tidak akan bersedia diintimidasi, diintervensi dan didikte baik secara fisik atau pemahaman intelektual. Selamat membaca dengan antusias dan tuntas. Continue reading