“FITNAH”, Revitalisasi Istilah


Seringkali baik dalam percakapan kita sehari-harinya terucap kata “FITNAH”, dan juga sering kita jumpai kata ini pula dalam banyak media massa. Kata ini menjadi begitu sering terucap dan terdengar mengingat begitu banyak fitnah beredar dilingkungan khas kita dan lingkungan global. Tak terkecuali para masayikh dan mubaligh, public figure (tokoh publik) pun tak ayal sering menggunakan kata ini, mulai dari tokoh politik, pengamat, birokrat, selebritis, bahkan pelawak pun ikut meramaikan seolah tak ingin ketinggalan.

dontfitnahDan pastinya kita mengetahui bahwa kata “FITNAH” ini bukan berasal dari kaidah bahasa ibu kita, yaitu Bahasa Indonesia. Melainkan unsur kata serapan dari Bahasa Arab, yaitu bahasa yang digunakan oleh bangsa yang mendiami jazirah arabia. Maka untuk keperluan memahami dalil-dalil tentang huru-hara akhir zaman, diperlukan pemahaman mendalam mengenai makna fitnah. Karena dengan memahami makna sebenarnya akan sangat menentukan sejauh apa kita berpikir dan paham akan khabar dari Rasulullah SAW. Semoga hal ini merupakan sebuah upaya kebaikan dalam menyebar luaskan ilmu di tengah minimnya orang berkapasitas yang mengajarkannya. Continue reading

Advertisements