Fenomena Suksesi Kepemimpinan


“kacang lupa kulit dan hantu paranoid bernama anak macan”

leadershipTransisi atau suksesi kepemimpinan merupakan keniscayaan dalam suatu organisasi atau lembaga untuk menjamin keberlangsungan eksistensi mereka ditengah umat Regenerasi pemimpin dan pengurus diharapkan dapat menyuntikkan semangat baru untuk meneruskan “kerja-kerja besar” yang belum terselesaikan pada periode sebelumnya. Namun, kadang-kadang tidak dapat dipungkiri, transisi dan suksesi kepemimpinan tidak selamanya berjalan mulus. Banyak cerita yang mengiringi prosesi alih kekuasaan ini. Ada yang berakhir happy ending ala sinetron Indonesia, tidak sedikit juga yang berujung sad ending seperti kebanyakan drama yang mengisahkan kematian tokoh utamanya di akhir cerita. Continue reading

Advertisements

Kecerdasan Abu Hanifah


Nama “Abu Hanifah” telah begitu sering terdengar ditelinga kaum muslimin, beliau adalah salah satu imam dari sepuluh imam besar kaum muslimin, yang daripada beliau umat mengambil ijma’ nya untuk melangsungkan kehidupan dalam peribadatannya kepada Allah sang pencipta langit dan bumi. Mengapa Abu Hanifah mendapatkan porsi perhatian lebih banyak di kalangan muslimin, tak lain adalah karena pemahamannya begitu luas dengan tingkat kecerdasan yang unggul. Berikut adalah salah satu risalah mengenai beliau, dimana kita dapat memahami mengapa Abu Hanifah dikatakan orang yang cerdas oleh para masayikh.

Muhammad bin Muqatil berkata, “Seorang laki-laki tidak dikenal datang menemui Abu Hanifah, untuk menguji
kekuatan pemahaman dan kecerdasannya, seraya berujar, “Hai Abu Hanifah!” Abu Hanifah menjawab, “Labbaik wahai saudaraku.”
Laki-laki itu berkata, “Apa pendapatmu tentang seorang laki-laki, yang tidak mengharapkan surga, tidak takut neraka, tidak takut Allah, memakan bangkai, shalat tanpa ruku’ dan sujud, ia bersaksi atas apa-apa yang tidak ia lihat, membenci kebenaran, senang terhadap fitnah, lari dari rahmat, serta mempercayai Yahudi & Nasrani?”

Continue reading

Dahsyatnya Ramalan Rasulullah SAW Tentang Kiamat


alqiyamah1Bismillahirrahmanirrahim…

Sungguh beberapa waktu belakangan ini telah kita saksikan dan dengarkan bersama khabar-khabar mengenai bila datangnya kiamat berdasarkan ramalan-ramalan manusia yang dengan pengetahuannya yang tidak seberapa itu telah membuat kepanikan dan kekhawatiran segelintir orang yang tidak berilmu dan berakal. Dan mereka pun dengan tergesa-gesanya menyebarkan khabar-khabar ini kepada kerabat, karib, dan koleganya. Maka tak ayal pula dengan berbekal naluri mempertahankan dirinya mereka mempersiapkan segala sesuatu untuk dapat mempertahankan kehidupan pribadinya di dunia ini, untuk menyelamatkan dirinya dari ancaman kiamat yang telah diramalkan oleh manusia tak berilmu tersebut.

Inilah dampak fenomena ramalan kiamat yang terjadi pada kalangan umat kafir, mereka dengan kekafirannya mempercayai dan meyakini sesuatu dengan akal dan logikanya. Ketika diberitakan suatu khabar yang tidak pasti sekalipun jikalau dibarengi dengan suguhan logika pengetahuan yang mantap maka mereka akan berbalik pandangan 180 derajat, dari semula tidak percaya dan ragu-ragu menjadi sangat yakin dan antusias. Lantas bagaimana dengan kaum muslimin menyikapi fenomena ramalan ini? Continue reading